JOGJA ONE DAY FUN TOUR

Kembali lagi dengan seri jalan-jalanku. Kali ini aku bakal nge-review jalan-jalanku bersama teman-teman ketika kami beberapa bulan lalu ke Jogja. Kami telah memesan tiket kereta untuk keberangkatan dari Stasiun Bandung sebulan sebelumnya, juga penginapan kami disana. Harga tiket kereta Bandung-Jogjakarta yaitu Rp 220.000 untuk kelas bisnis.

Kami berangkat sore hari dari Bandung dan tiba di Jogjakarta subuh. Kami telah menyewa (rental) mobil sebelumnya, dan saat kami tiba di Jogja, telah ada supir yang menjemput dan mengantarkan kami ke hotel untuk menaruh barang-barang. Harga sewa mobil Rp 600.000/hari (sudah termasuk supir dan bensin).

Kami sampai di Kampoeng Djawa Guest House yang terletak di Jalan Prawirotaman I No. 40, no telp (0274) 378318. Karena kami datang sebelum waktunya (check in pukul 7) kami harus membayar biaya cas sebesar Rp 50.000. Kami telah memesan kamar sebelumnya via traveloka seharga Rp 300.000/kamar untuk 2 orang dengan fasilitas wifi, AC, kamar mandi dalam, lemari, TV, handuk, sabun, dan sarapan. Kami pun disediakan air minum, juga teh dan kopi dan bebas diminum kapanpun (disediakan di ruang makan).

Setelah menaruh barang, kami berganti pakaian sebentar lalu segera berangkat menuju lokasi wisata pertama, yaitu Kebun Buah Mangunan (hunting sunrise), buka pukul 4.30-16.00 WIB. Perjalanan sejauh 20 km ditempuh dalam waktu 50 menit. Sesampainya disana, sudah banyak sekali mobil yang mengantri untuk masuk. Dari gerbang sampai parkiran, kami mengantri hampir sejam. Sebaiknya datanglah sepagi mungkin. Kami disajikan pemandangan menakjubkan dari ketinggian. Hamparan gunung, bukit, dan hutan disertai kabut juga awan mempercantik karya Tuhan. Setelah puas berfotoria, kami pun berangkat menuju destinasi berikutnya yaitu, Pantai Timang. Karena jaraknya yang jauh, walaupun lapar, kami memutuskan untuk langsung menuju tempat saja dan mencari sarapan disana.

Kami menempuh perjalanan sejauh 57 km dengan waktu tempuh hampir 2 jam. Kami membayar retribusi untuk masuk kawasan seharga Rp 5.000/orang. Kami memarkirkan mobil tepat di samping jalan kecil depan warung. Di samping warung terdapat pangkalan ojeg. Untuk menuju pantai, kami dihadapkan pilihan yaitu menyewa jeep car atau ojeg seharga Rp 50.000 PP. Kami pun memilih untuk naik ojeg saja. Kami melihat di pangkalan hanya terdapat 3 buah motor, kami pun mendatangi bapak tukang ojeg dan memesan 6 ojeg. Mereka pun mencari teman-teman tukang ojeg lain agar kami semua bisa ke pantai bersama-sama. Sambil menunggu, kami pun menuju warung dan memesan mie rebus/goreng.

Setelah sarapan mie kami beres dan tukang ojeg telah datang semua, kami pun pergi menuju pantai. Jalan dari pangkalan ojeg menuju pantai cukup jauh dan jalannyaaaaa ya ampuuun bgt off-road parah, berbatu-batu besar dan tajam, ditambah jalannya berliku dan terjal naik dan turun melewati hutan-hutan kecil, juga ladang-ladang sepanjang jalan. Awalnya aku khawatir dengan ojegnya, ternyata bapak tukang ojegnya sangat lihai dan berpengalaman. Dengan jalan yang terlihat mustahil untuk dilalui, ternyata terlewati dengan luar biasa. Kedua tanganku terekat dengan erat menempel ke pegangan di jok belakang motor, memercayai kepiawaian bapak tukang ojeg sambil menjaga badan tetap di motor dan tidak terlempar hahaha… Perjalanan naik ojeg ke Pantai Timang merupakan sensasi pengalaman tersendiri dan tak terduga. Seruuu seperti naik wahana wkkkk…

Belum juga sampai, aku terpana melihat pemandangan laut yang menakjubkan di depan mata. Cuma bisa berkata wooowww, our God is so awesome… Cuaca yang cerah, angin laut sepoi-sepoi, udara laut yang segar, dan pemandangan seperti lukisan menambah kebahagiaanku hari itu. Aku bersyukur impian aku mengunjungi pantai ini minimal sekali seumur hidup terwujud. Kami berfotoria di setiap bagian pantai. Terdapat 2 alternatif untuk menuju pulau di seberang sana, yaitu naik gondola (cable car) seharga Rp 150.000 atau lewat jembatan tali seharga Rp 100.000, tidak bisa menggabungkan keduanya karena dibangun oleh pihak yang berbeda sehingga PP harus melewati alternatif yang sama.

Aku tidak pikir panjang lagi dan langsung memutuskan untuk menaiki gondola, memang itulah tujuanku ke pantai ini. Setelah membayar dan diberi cap di tangan, aku pun menaiki gondola. Aku meminta tolong alias request pada bapak-bapak penggerek gondola untuk memberhentikan gondola-ku di tengah agar aku bisa mengambil foto dan video, hehehe, kapan lagiii…

Gondola-ku melaju dan rasanya sangat luar biasa. Tepat seperti permintaanku, bapak-bapak itu memberhentikan gondola-ku di tengah, dan aku asyik berfotoria juga bervideoria dengan tongsis-ku. Tidak bisa lama-lama karena penumpang berikutnya akan naik gondola juga, setelah selesai aku menoleh ke arah mereka dan mengangguk menandakan aku sudah selesai dan siap melanjutkan perjalanan gondola ke pulau.

Di pulau, telah ada bapak-bapak yang siap memanduku mengelili pulau juga mengambilkan aku gambar-gambar cantik. Pulau karang batu itu cukup besar, aku bisa turun ke bawah melewati tangga dan jembatan, ada semacam gua, juga tebing. Aku berfoto-foto di semua sudut pulau dan semuanya cantik. Setelah puas dan sudah tengah hari, ditandai oleh panasnya matahari, aku pun kembali menaiki gondola  ke daratan. Teman-temanku yang tidak menaiki gondola dan menungguku di pinggir juga telah selesai foto-foto.

Bapak tukang ojeg yang tadi mengantarkan kami kembali. Lalu, aku merasakan sensasi jalan itu lagi dan masih wow rasanya. Kami pun beranjak untuk menuju destinasi berikutnya yaitu Pantai Indrayanti untuk makan siang. Perjalanan sejauh 14 km dilewati dengan waktu tempuh 40 menit. Sesampainya di kawasan, kami membayar tiket masuk seharga Rp 10.000. kami langsung menuju restoran yang langsung menghadap pantai. Kami memesan nasi 1 bakul beserta udang, ikan, kangkung, tempe mendoan, juga kelapa muda. Kami hanya menghabiskan uang Rp 72.000/orang untuk makan besar dan kenyang itu.

 

Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan menelusuri pantai-pantai sambil menuju ke arah kota. Tapi karena membludaknya orang-orang yang juga berlibur, macetnya jalan. Kami pun mengurungkan niat kami untuk snorkeling dan memutuskan untuk menuju hotel saja, karena kami ingin menonton pertunjukan kabaret di area Malioboro.

Sesampainya di hotel, kami pun mandi. Hari sudah sore, sambil menunggu kami menikmati gelato di Tempo Gelato, tepat di seberang guest house. Aku membeli gelato ukuran medium seharga Rp 40.000 dengan 3 rasa, yaitu green tea, white chocolate, dan strawberry. Rasanya enak banget, maknyus. Perhatian, tempatnya penuh banget, antri panjang, tapi terbayar dengan kelezatan gelatonya.

tempo gelato

Setelah selesai menyantap gelato, kami menuju Raminten Cabaret Show (Hamzah Batik Lantai 3) yang terletak di Jalan Margo Mulyo No. 9, buka dari pukul 17.30-21.00 WIB. Perjalanan 4 km dengan waktu tempuh 20 menit atau bisa lebih lama karena kawasan Malioboro ini pasti macet. Karena benar saja, kami terkena macet dan telat. Pertunjukan sudah dimulai 10 menit, tapi kami masih bisa masuk. Kami pun membayar tiket seharga Rp 50.000. Tempat duduk terlihat penuh, kami pun duduk berpencar. Pertunjukannya seru dan kocak, dengan permainan lampu-lampu panggung yang warna-warni, musik yang menarik, dan artis-artis yang menghibur.

Setelah itu, kami turun ke lantai 2 dan 1 untuk membeli oleh-oleh. Kami pun menuju Bakmi Doring yang terletak di Jalan Suryowijayan No. 348, buka dari pukul 17.00-24.00 WIB. Perjalanan singkat sejauh 2 km dengan waktu tempuh 10 menit. Aku membeli bakmi goreng seharga Rp 21.000 dan es jeruk Rp 6.000. Setelah kenyang, kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Keesokan harinya, aku harus pulang ke Bandung lebih dulu dari teman-temanku yang lain. Sedangkan, mereka masih menikmati Jogja dengan destinasi-destinasi wisata lainnya. Sebelum pulang, aku memesan Bakpia Kukus Tugu Jogja yang kekinian lewat aplikasi online seharga Rp 30.000/box isi 10. Aku mencicipinya di rumah dan rasanya enak banget, recommended. Setelah siap-siap, aku pun menuju Stasiun Tugu Jogjakarta. Aku telah memesan tiket kereta kelas eksekutif seharga Rp 280.000.

bakpia kukus tugu jogja

Aku pun sampai di Bandung dengan selamat dan bahagia, hehehe. Berakhirlah edisi jalan-jalan singkatku di Jogja. Sampai ketemu di review berikutnya…

Advertisements

Review: First Impression for Cafe Cabin Truck

Hai, hai, hai. Kali ini aku mau membahas salah satu tempat makan dan nongkrong di Cimahi, Cafe Cabin Truck. Kafe ini terletak di Jalan Kolonel Masturi No. 128, Cimahi. Aku dan teman-temanku datang pukul 9.55, tetapi kafe ini belum buka dan menurut google maps memang kafe ini buka pukul 10. Tepat di samping pintu masuk terdapat bangku panjang dimana kami pun lega bisa duduk-duduk sambil menunggu. Hanya 5 menit menunggu dan salah satu pelayan membuka pintu, mereka buka tepat pukul 10 pagi.

DSC_0165

Kesan pertama sewaktu kami masuk, kafe ini cantik dengan interior kayunya. Ada beberapa pilihan model tempat duduk, kami pun memilih tempat lesehan di samping bar. Ada undakan tempat menyimpan alas kaki dan juga alas sofa untuk duduk lesehan juga disediakan bantal tambahan untuk bersandar. Di tengah kafe terdapat spot khusus untuk live music beserta proyektor.

 

Kami pun disuguhkan menu dan kami pun cukup bingung saat memilih karena menu-menu yang tersedia begitu banyak ragam pilihannya. Lalu setelah pergulatan batin kami pun memantapkan hati (hehehe) dan memanggil pelayan untuk mencatat pesanan kami.

 

Minuman pertama yang datang adalah ice vietnam drip (18 ribu). Kopinya wangi dan setelah dicampur, rasanya sangat enak. Bahkan temanku yang tidak terlalu suka kopi mengatakan es kopi vietnam-nya enak. Makanan pertama pun datang yaitu beef tofu cabin (24 ribu). Bukan di atas piring, tapi disajikan dalam wadah penggorengan mini. Nasinya banyak dengan topping yang banyak pula. Rasanya cukup enak, dan akan lebih enak lagi jika ditambah saus sambal yang dapat diminta ke pelayan.

 

Berikutnya adalah strawberry smoothies (18 ribu). Aku cukup terkejut sekaligus senang karena terdapat es krim float di atas minumanku, padahal di foto tidak ada es krim float. Justru dengan tambahan es krim float membuat rasa smoothies-nya semakin segar dan mantap. Lalu datanglah tenderloin steak mushroom sauce (32 ribu). Disajikan dalam hotplate yang membuat desisan steak-nya yang baru matang terasa menyenangkan dan membuat perut semakin lapar. Dagingnya benar-benar matang sesuai pesanan (well done), sausnya gurih, dan kentang pendampingnya banyak dan enak banget.

 

Berikutnya yaitu chicken fried steak mushroom sauce (28 ribu). Steak besar banget dengan rasa saus dan kentang yang sama seperti tenderloin steak.

DSC_0188

Lalu datang super hot wingky (20 ribu). Kami dapat 4 pieces sayap ayam dengan bumbu merah. Rasanya…maknyus banget. Pedas banget tapi bikin ketagihan. Highly recommended!

DSC_0189Tidak terasa waktu berlalu, kami makan dan mengobrol banyak. Tempatnya sangat asyik untuk nongkrong berlama-lama. Karena masih betah, kami pun memesan minuman lagi. Yang lebih dulu datang yaitu afogatto (15 ribu). Kopinya kental dan enak, ditambah es krim yang bikin seger. Berikutnya cabin ice milo (16 ribu). Campuran milo dan susu juga krim-nya nge-blend di lidah. Terakhir adalah mojito mint strawberry (20 ribu). Warnanya yang cantik beserta gelembung-gelembung soda yang membuat minuman ini enak dipandang, dan rasanya benar-benar seger. Apalagi diminum di hari yang terik, minuman ini benar-benar pas.

 

Overall, rasa makanan dan minuman di kafe ini memuaskan dan recommended. Next time, we’ll come back here again…

ONE WEEK BATU-MALANG FUN TRIP

Rasanya sudah lama sekali dari postingan terakhir di blog ini, aku belum posting apapun lagi. Setelah sekian lama, akhirnya ada yang bisa aku bagikan sekarang yaitu pengalaman liburan akhir tahunku di kota Batu dan kota Malang bersama 4 teman jalan-jalanku sekaligus rekan kerjaku selama seminggu disana. Let’s take a look…

Kami berlima memesan tiket kereta dan hotel 4 bulan sebelum keberangkatan agar liburan kami aman dan tinggal menikmatinya karena liburan kami jatuh pada liburan akhir tahun yang padat orang. Kami memesan tiket kereta Mutiara Selatan jurusan Bandung – Malang (kelas bisnis PP) seharga Rp780.000 per orang. Kami memesan kereta dengan keberangkatan sore hari agar kami sampai di Malang pagi hari, begitu pula dengan kepulangan.

Kami memesan kamar jenis dorm (tempat tidur tingkat) dengan jumlah kasur 4 seharga Rp75.000/orang/hari dan kami memesan 1 extra bed dengan biaya tambahan Rp95.000/hari di The Batu Villas.

the batu villas (gie.web.id)

Sesampainya di Malang, kami menyeberang dari pintu stasiun ke Sentra Kuliner Sriwijaya. Itu adalah tempat makan seperti pujasera. Setelah berlelah-lelah 17 jam perjalanan kereta, kami sangat lapar. Aku memesan nasi rawon Rp15.000 dan es jeruk Rp5.000. Rasanya uenak (mungkin juga karena saking laparnya).

sentra kuliner sriwijaya by tripadvisor

Setelah itu kami menunggu jemputan dari hotel The Batu Villas. Sebelumnya kami telah booking penjemputan pada pihak hotel seharga Rp90.000. Sambil menunggu, tidak jauh dari situ ada penjual es degan (gerobak) seharga Rp5.000 dan kami membelinya. Jemputan datang dan kami pun berangkat ke hotel. Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang dari sejam ke kota Batu. Sesampainya di hotel kami menitipkan barang-barang kami di lobby karena kami hanya boleh check in pukul 2 siang, sedangkan kami datang pukul setengah 1. Kami tidak mau menghabiskan waktu, jadi kami menitip barang dulu dan petugas hotel akan membawakan barang-barang kami ke kamar pada waktunya, sedangkan kami langsung pergi ke tempat wisata pertama yaitu Museum Angkut dengan berjalan kaki dari hotel (±5 menit).

museum angkut (berbagiilmu94.blogspot.com)

Museum Angkut buka dari pukul 12 siang hingga pukul 8 malam. Masing-masing orang dikenai biaya Rp100.000 untuk tiket masuk. Petugas akan membantu memasangkan gelang tiket masuk di pergelangan tangan pengunjung. Petugas juga akan memeriksa tas di pintu masuk karena tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman. Maka dari itu sebelumnya, kami diberitahukan oleh petugas di loket tiket untuk menyimpan makanan dan minuman di deretan loker-loker samping loket pembelian tiket dengan biaya Rp10.000 untuk koin lokernya. Jika pengunjung membawa kamera profesional (bukan kamera hp atau digital) dikenakan biaya tambahan sebesar Rp30.000.

Setelah menyimpan makanan dan minuman dalam loker, kami masuk ke dalam Museum Angkut. Hal pertama yang kami lihat adalah deretan mobil-mobil klasik dalam hall utama. Ada juga helikopter, mobil balap, kereta kuda klasik, motor klasik, beserta miniaturnya. Museum angkut berisi koleksi lengkap dari seluruh belahan dunia mengenai segala macam angkutan darat, laut, dan udara dari zaman dulu hingga sekarang, bahkan ada pula foto-foto tentang angkutan masa depan. Pengunjung dibawa mengitari seluruh area tanpa ada area satu pun yang dilewatkan. Museum angkut dibagi menjadi beberapa zona sesuai tema, baik indoor maupun outdoor. Zona yang tak kalah menarik adalah D’topeng Kingdom yaitu zona tempat koleksi berbagai benda peninggalan sejarah Indonesia. Ada aneka topeng, senjata, perhiasan, peralatan, batik, patung, dan lain-lain. Terdapat juga pertunjukan-pertunkan pada jam-jam tertentu. Pengunjung dapat mengambil brosur di depan pintu masuk untuk melihat peta dan jadwal lengkapnya. Di dalam Museum Angkut terdapat restoran CFC dan Pasar Apung Nusantara, tempat dimana pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman, jajanan, juga cinderamata yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh.

koleksi foto museum angkut

Setelah puas berkeliling, kami pun kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Sesampainya di hotel, kami diberi kunci kamar dan barang-barang yang kami titipkan telah berada di dalam kamar. Kesan pertama ketika memasuki kamar adalah kamarnya bersih dan nyaman. Kami diberi handuk, sendal, sikat gigi, pasta gigi, dan 1 botol air mineral. Di dalam kamar juga tersedia lemari kecil untuk menyimpan barang-barang kami. Di masing-masing tempat tidur tersedia lampu tidur dan tempat colokan listrik untuk charge baterai hp. Kasurnya bersih, selimutnya pun tebal karena kota Batu sangat dingin di malam hari. Sayangnya, kamar mandi terletak di luar, kami harus berbagi dengan pengunjung lain yang juga sama-sama memesan kamar dengan tipe seperti kami (dorm). Kami memakluminya karena biaya menginap kami sudah sangat murah, jadi kamar mandi luar pun tidak masalah.

The-Batu-Villas-Backpacker-Dorm-Bed

Setelah mandi dan istirahat sebentar, malamnya kami memutuskan pergi ke ke Batu Night Spectacular (BNS) dengan memesan taxi online seharga Rp14.000. Jarak tempuh dari hotel ke BNS sekitar 3,2 km atau ± 8 menit perjalanan. Sesampainya di BNS, kami membeli tiket seharga Rp40.000. Kami diberi gelang dan dipasangkan oleh petugas di pintu masuk. Disini, tidak ada pemeriksaan tas. BNS buka dari pukul 3 sore hingga pukul 11 malam. BNS terlihat seperti pasar malam dengan aneka lampu warna-warni di semua tempat, ada banyak wahana permainan yang dapat dinaiki atau dimasuki. Namun, pengunjung diharuskan membeli tiket sesuai harga masing-masing wahana.

bns by wikipedia

Kami memilih untuk memasuki Taman Lampion dengan biaya Rp15.000. Ada banyak sekali lampion beraneka warna lampu dan bentuk yang begitu bagus dan cantik dipandang. Ada lampion berbentuk bangunan, hati, sayap, bunga, jamur, binatang, balon udara, kereta kencana, dan lain-lain.

batu night spectacular 5

Keluar dari Taman Lampion, kami berjalan-jalan melihat wahana lain. Namun, kami memutuskan untuk melihat-lihat saja. Kami pun merasa lapar dan pergi ke area foodcourt. Pengunjung diharuskan membeli makanan dan minuman menggunakan kartu foodcourt yang dapat diisi dengan nominal berapa saja di tempat pengisian kartu. Setelah mengisi kartu, kami mencari makanan. Aku memesan nasi soto lamongan seharga Rp15.000 dan tidak membeli minuman karena membawa botol air mineral dari hotel, hehehe maklum ngirit. Sambil makan, kami pun disuguhkan tarian tradisional dan live music dari panggung foodcourt. Setelah selesai, kami pun akan pulang. Sebelum menuju pintu keluar, pengunjung akan melewati kawasan oleh-oleh (kaos, cinderamata, sendal, dan lain-lain). Kami pun memesan taxi online lagi untuk kembali ke hotel.

Hari berikutnya kami langsung menuju kawasan Jatim Park 2 menggunakan taxi online dari hotel sejauh 2,7 km dengan biaya Rp12.000. Kami memesan tiket paket terusan agar lebih murah yaitu Paket 2 (Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo & Museum Satwa) + Eco Green Park) yaitu seharga Rp150.000 (weekend dan hari libur).

daftar harga tiket

Pertama-tama kami menuju Eco Green Park. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan yang telah disediakan (gratis) dari tempat parkir depan Museum Satwa ke Eco Green Park dengan cara mengantri dan menunjukkan gelang tiket yang diberi saat memesan tiket di loket. Kami pun memasuki Eco Green Park yaitu kawasan asri dengan konsep “go green”. Dimulai dari pintu masuk, pengunjung akan melihat ada banyak benda-benda yang terbuat dari barang-barang bekas maupun barang ramah lingkungan yang dibentuk menyerupai binatang. Setelah itu pengunjung diajak melihat berbagai binatang unggas lengkap dari seluruh belahan dunia. Pengunjung juga dapat berfoto dengan beberapa jenis burung dengan cara membeli makanan tersebut seharga Rp5.000-10.000 (tergantung jenis binatang dna makanannya) kepada petugas. Selain unggas, terdapat pula binatang ternak dan pengunjung dapat mengelus binatang tersebut. Di samping kandang, terdapat keran air untuk mencuci tangan. Terdapat pula tempat memerah susu sapi, pembuatan pupuk, dan lain-lain. Ada pula ruangan indoor tempat pengunjung dapat melihat koleksi serangga hidup dan yang telah diawetkan dari berbagai jenis spesies dari berbagai belahan dunia. Eco Green Park buka dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Pengunjung pun dapat menyewa e-bike jika lelah berjalan kaki.

koleksi foto eco green park

Setelah mengelilingi semua tempat di Eco Green Park, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di seberang parkiran Jatim Park 2 (luar kawasan). Disana, terdapat rumah makan dengan berbagai pilihan menu. Aku memesan nasi udang penyet seharga Rp28.000 dan es jeruk Rp5.000.

Setelah kenyang, kami pun melanjutkan acara jalan-jalan kami ke Museum Satwa. Museum ini buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore. Kami hanya menunjukkan gelang tiket dan kami dipersilahkan masuk. Pengunjung akan melihat hall utama yang besar dan megah, mengingatkanku tentang film Night at the Museum. Pengunjung dapat melihat berbagai diorama satwa yang telah diawetkan di dalam ruangan-ruangan kaca yang didekor sedemikian rupa seakan-akan binatang tersebut hidup di habitat aslinya masing-masing.

koleksi foto museum satwa

Setelah selesai, kami lanjutkan ke tempat terakhir yaitu Batu Secret Zoo yang buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore. Disana, pengunjung akan diajak melihat-lihat berbagai binatang dari berbagai belahan dunia yang mungkin tidak ditemukan di kebun binatang lain di Indonesia. Pengunjung pun dapat menikmati cemilan di kedai-kedai yang tersebar di beberapa titik. Pengunjung pun dapat menaiki wahana-wahana maupun arena bermain lainnya. Terdapat pula berbagai pertunjukan binatang di masing-masing area dengan jadwal tersendiri.

batu secret zoo (groverhamie.wordpress.com)

Keesokan harinya, kami bersiap-siap untuk check out. Kami sarapan di hotel dan memesan taxi online menuju Malang. Jarak tempuh dari The Batu Villas ke Hotel Santosa Malang yaitu ±20 km atau ±1 jam perjalanan dengan biaya Rp69.000. Kamar kami bersih dan nyaman, kamar mandi dalam, AC, TV, lemari, teko berisi air, dan beberapa gelas. Kami juga diberi sabun dan handuk. Harga menginap di hotel ini sebesar Rp145.000/orang/malam.

Hotel Santosa (hotel-malang.com)

Setelah membereskan barang-barang, kami menuju Bakso Bakar Trowulan menggunakan taxi online. Jarak tempuhnya sejauh 6 km atau ±17 menit dengan biaya Rp19.000. Ketika kami memasuki kedai baso ini, kami dipersilahkan untuk mengambil mangkuk, mie, tahu, dan bumbu sendiri. Setelah itu kami memesan berapa banyak jumlah baso bakar yang diinginkan. Lalu kami mencari tempat duduk dan menunggu bakso bakarnya diantar. Aku memesan 10 bakso bakar seharga Rp30.000 dan 1 tahu seharga Rp3.000. Rasa bakso bakarnya sangat enak dan bumbunya mantap. Bakso Bakar Trowulan buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 7 malam.

baso bakar trowulan

Setelah kenyang kami mencari desert enak dan kami menuju Toko Oen. Kami memesan taxi online seharga Rp20.000 dengan jarak sejauh ±7 km atau ±20 menit perjalanan. Toko ini menjual aneka es krim rasa tradisional yang diwariskan turun-temurun, juga desert lain seperti kue dan roti. Aku memesan corn ice cream seharga Rp45.000, rasanya manis, segar, dan unik. Toko Oen buka dari pukul 8 pagi hingga pukul 9.30 malam.

toko oen

Dari Toko Oen kami menuju Kampung Wisata Jodipan atau Kampung Tridi Warna-Warni yang terkenal itu. Kami memesan taxi online seharga Rp15.000 sejauh 2,8 km atau ±9 menit perjalanan. Sesampainya disana, kami harus membayar tiket masuk seharga Rp2.500 dan kami mendapat gantungan kunci handmade lucu. Kami sibuk foto-foto sepanjang gang dalam Kampung Jodipan. Kampung ini bersih dan semua rumah dicat warna-warni berupa beraneka macam lukisan. Penduduk juga memasang dekorasi lucu-lucu depan rumah mereka seperti payung warna-warni, gantungan, bunga, topeng, dan lain-lain. Kami pun mengambil foto di atas jembatan kaca dan kami membayar Rp2.000 untuk pemeliharaan, kami pun diberi stiker.

kumpulan foto kampung tridi

Setelah puas foto-foto, kami menuju Toko Lancar Jaya dengan berjalan kaki sejauh 2,8 km atau 35 menit. Toko ini menjual berbagai macam oleh-oleh seperti keripik buah (apel, mangga, nanas, dan nangka), keripik tempe, pia, sari apel, dan makanan lain. Tepat di sebelah Toko Lancar Jaya, ada toko oleh-oleh juga dan disana dijual apel strudel yang rasanya sangat enak. Kami pun kembali ke hotel dengan memesan taxi online seharga Rp12.000 atau sejauh ±4 km atau ±12 menit perjalanan.

Kami mencari makan malam di sekitar hotel. Ada banyak rumah makanan maupun tenda makanan pinggir jalan dengan aneka makanan enak dan murah meriah. Aku membeli sate sapi Rp12.000, nasi Rp4.000, dan jeruk hangat Rp3.000.

Setelah kenyang kami menuju cafe The Amsterdam atas rekomendasi salah satu teman. Cafe ini buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 12 malam. Kami memesan taxi online seharga Rp12.000 dengan jarak tempuh 4 km atau 10 menit perjalanan. Cafe ini cantik, didekor dengan pernak-pernik kayu. Aku memesan minuman frosty berry seharga Rp31.000. Kami melihat ada banyak orang asing yang menikmati makanan dan minuman di cafe ini. Setelah menikmati beverage kami dan puas mengobrol, kami pun kembali ke hotel untuk istirahat. Kami pun kembali memesan taxi online.

kumpulan foto the amsterdam

Sebelum tidur kami browsing mencari mobil rental untuk kami sewa seharian besok ke pantai. Tadinya kami hanya mau menyewa mobilnya saja karena kami akan menyetir sendiri, akan tetapi semua rentcar di Malang mengharuskan pelanggan untuk memberi jaminan berupa 2 buah motor jika ingin menyewa mobil tanpa supir. Setelah susah payah mencari, kami akhirnya mendapat satu mobil untuk disewa seharian seharga Rp950.000, sudah termasuk supir, bensin, parkir, tip, dan uang makan supir. Harga awalnya Rp700.000 di hari biasa/sepi. Karena ini liburan panjang akhir tahun, harganya menjadi mahal karena memang sulit didapatkan.

Pagi hari, kami mencari sarapan dan mendapatkan informasi tempat makan terkenal dan enak dari polisi setempat. Kami berjalan kaki 5 menit menuju restoran Rawon Nguling. Hari masih pukul 7, akan tetapi rumah makan sudah penuh dengan orang-orang. Kami memesan rawon tutup dengkul dan rawon buntut untuk dimakan bersama, beserta nasi dan teh hangat. Rasa rawonnya sangat enak dan nikmat, bumbunya meresap sampai tulang, dagingnya sangat empuk dan lembut. Kami berlima menghabiskan Rp215.000 (Rp43.000/orang) bersama untuk sarapan. Walaupun terbilang mahal, sarapan ini sebanding dengan nikmatnya kami makan. Restoran ini buka dari pukul 7 pagi hingga pukul 3.30 sore.

rawon nguling

Kami pun kembali hotel, menunggu untuk dijemput supir dari mobil yang kami sewa. Sambil menunggu, kami pun diberi teh manis hangat oleh petugas hotel. Supir pun datang dan kami pun berangkat. Pantai pertama yang kami tuju adalah Pantai Balekambang. Jarak yang ditempuh sejauh ±60 km atau selama 1 jam 40 menit. Sepanjang perjalanan kami banyak melihat perkebunan tebu. Lalu, kami sampailah di pantai. Kami membayar Rp18.000 untuk tiket masuk. Kami menikmati pemandangan pantai dengan pasir putih dan ombak yang cukup tinggi. Pantai Balekambang terkenal dengan nama Pantai Lot-nya Malang, karena di pantai terdapat pulau kecil bernama Pulau Ismoyo yang didalamnya terdapat Pura Armata Jati. Ada jembatan beton dari pantai menuju pulau. Di pulau itu juga, pengunjung dapat menggunakan fasilitas flying fox seharga Rp20.000 untuk kembali ke pantai. Kami pun mencobanya dan itu sangat mengasyikan.

kumpulan foto pantai balekambang

Setelah puas bermain dan berfoto, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju pantai lain yaitu Pantai Batu Bengkung. Pantai ini terbilang baru dan belum banyak orang yang berkunjung ke pantai ini. Kami membayar Rp10.000 untuk tiket masuk. Kami terpukau dengan keindahan pantai ini, terutama pemandangan dan airnya yang biru kehijauan.

kumpulan foto pantai batu bengkung

Setelah selesai dengan pantai Batu Bengkung, kami menuju Pantai Gua Cina. Kami membayar tiket masuk sebesar Rp10.000. Sesampainya di pantai, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dulu sebelum bermain di pantai. Kami memilih salah satu rumah makan yang menyediakan ikan bakar. Kami memilih langsung ikan dari freezer box, satu ikan besar untuk dimakan bersama. Setelah menunggu cukup lama, kami pun disuguhkan ikan bakar lezat seharga Rp150.000 beserta 2 jenis sambal (cabe iris kecap dan sambal terasi), juga nasi seharga Rp5.000 dan es kelapa muda segar seharga Rp10.000. Penantian kami terbayar dengan lezatnya ikan segar yang dibakar dadakan.

Setelah kenyang, kami siap untuk bermain. Pantai Gua Cina memiliki pemandangan yang bagus dengan pasir yang putih dan air laut yang jernih. Tak jauh dari pantai terdapat gua yang digunakan pertapa China untuk bersemedi. Untuk masuk ke dalam gua, pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp5.000. Akan tetapi, sayangnya saat kami kesana, gua cina sedang dalam tahap renovasi sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam. Di bukit di atas gua, terdapat penginapan yang disewa dengan bentuk villa khas China yang oriental.

kumpulan foto pantai gua cina

Hari pun mulai gelap dan kami pun memutuskan untuk kembali ke Malang. Di perjalanan sebelum sampai di hotel, kami menyempatkan untuk membeli buah apel sebagai oleh-oleh di pasar buah yang buka sampai malam. Apel yang dijual bermacam-macam dengan harga yang berbeda-beda pula, tergantung jenis apel, kualitas, dan ukurannya (Rp15.000-Rp40.000/kg). Setelah berbelanja, kami mampir ke Depot Gang Djangkrik yang buka dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam. Aku memesan tom yum mie seharga Rp35.000 dan hot lemon tea seharga Rp10.000.

depot gang djangkrik

Sebelum kembali ke hotel, kami mampir ke Starbucks yang terdapat di sebuah mall yaitu Malang City Point. Aku memesan kopi, lalu kami kembali ke hotel. Hari pun berakhir dan kami beristirahat.

Esok harinya, kami bersiap-siap untuk check out. Setelah membereskan semua barang, kami mencari sarapan di pujasera depan hotel. Aku memesan ayam bakar merah lengkap dengan nasi, lalapan, dan tempe seharga Rp19.000. Lalu kami menuju Bakso Gondhol dengan memesan taxi online seharga Rp17.000. Jarak yang ditempuh yaitu ±5 km atau ±15 menit perjalanan. Bakso Gondhol buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 7 malam. Aku memesan 4 aneka baso dan fruit tea dengan total harga Rp17.000. Setelah kenyang, kami menuju hotel untuk mengambil barang-barang dan pergi menuju Stasiun Malang untuk kembali ke Bandung. Berakhirlah liburan kami yang menyenangkan selama seminggu. See you next time…

REVIEW: MAKAN KEROYOKAN DI CHUNG GI WA BANDUNG

Hai, semua! Sudah lama ga makan ke tempat enak, sekaranglah saatnya. Aku dan rekan-rekan kerjaku memutuskan untuk menyempatkan diri untuk quality time bersama setelah menempuh minggu yang sibuk karena menyiapkan suatu acara. Setelah acara yang ditunggu-tunggu telah terlaksana dan sukses, kami pun langsung meluncurkan diri ke Chung Gi Wa Korean BBQ yang beralamat di Jalan Leumah Neundeut No.87-89, Sukawarna, Sukajadi, Kota Bandung. Restoran Korea ini buka dari jam 10.30-22.00 setiap harinya.

chunggiwa

Kami menemukan tempat duduk dengan 6 kursi karena kami datang ber-6. Kami telah mencari tahu menu apa saja yang ada di Chung Gi Wa melalui browsing internet, jadi kami dengan cepat memesan karena kami sangat lapar. Kami memesan samgyupsal, yangnyeomgui, doenjang jjigae, seolleongtang, dan 4 nasi. Perlu diketahui bahwa doenjang jjigae dan seolleongtang merupakan makanan berkuah yang sudah termasuk nasi. Oia, disini kami mendapatkan banyak side dish (gratis dan boleh tambah alias refill hehe). Kami juga mendapatkan minum berupa ice tea dalam botol plastik besar (gratis dan bisa refill juga, kami sampai 3 kali lho hehe).

Jpeg

yangnyeomgui

Samgyupsal adalah makanan favorit mayoritas dari kami, jadi kami wajib memesannya. Yangnyeomgui juga sama seperti samgyupsal (pork) akan tetapi telah dibumbui. Di meja besar kami terdapat 2 tempat untuk bakaran, akan tetapi karena kami request samgyupsal dan yangnyeomgui minta tolong dibakar oleh pelayan di meja kami, sehingga hanya satu yang digunakan. Pelayan dengan cekatan membakar semua potongan daging, bawang putih, dan kimchi, juga memotong daging kecil-kecil sehingga kami bisa berbagi (makan keroyokan hehehe). Rasanya? Top markotop. Terlebih lagi jika makannya di-wrapping (selada, daging, bumbu, kimchi, bawang putih, cabe, nasi), rasanya luar biasa enak. Kami pun jadi sangat paham mengapa di drama korea, mereka makan samgyupsal dengan ekspresi nikmat yang wah, karena memang begitulah rasanya. Yangnyeomgui pun rasanya luar biasa enak seperti samgyupsal (di-wrapping seperti samgyupsal tapi tidak termasuk bumbu karena dagingnya sendiri sudah berbumbu).

Jpeg

samgyupsal

Doenjang jjigae adalah rebusan yang terdiri dari tahu, seafood, sayuran yang dimasak menggunakan pasta kedelai. Kami masing-masing diberi wadah kecil sehingga kami bisa tetap berbagi (indahnya berbagi hehe). Rasa kuahnya segar dan enak banget.

Jpeg

doenjang jjigae

Seolleongtang juga tak kalah enak dengan doenjang jjigae, kuahnya yang putih adalah sup tulang sapi sehingga berwarna putih, di dalamnya juga ada potongan-potongan daging dan mi putih. Rasanya gurih dan sehat. Konon katanya, sup ini sangat baik untuk orang sakit (pemulihan tubuh).

Jpeg

seolleongtang

Setelah kami puas makan keroyokan (4 menu untuk 6 orang), kami memesan tteokbokki (kue beras pedas). Setengah dari antara kami belum pernah memakannya, jadi kami putuskan untuk memesan, walau sebenarnya kami sudah kenyang. Untuk tteokbokki, selalu ada ruang tambahan di perut kami, hehehe. Rasa tteokbokki-nya sangat enak, bahkan untuk beberapa orang yang baru mencoba, kenyal dan ternyata tidak terlalu pedas seperti kelihatannya (merah membara).

5

tteokbokki

Setelah selesai menyantap menu keroyokan kami, pelayan dengan cekatan dapat melihat dan segera menyediakan desert (wow, gratis) berupa potongan buah semangka dan pepaya, juga segelas sikhye (minuman yang terbuat dari beras yang difermentasikan). Sikhye katanya sangat baik untuk melancarkan saluran pencernaan, jadi sangat baik untuk disajikan terakhir sebagai penutup.

Jpeg

Kami ber-6 masing-masing hanya membayar kurang dari 100rb untuk makan besar kami. Untuk itu, sebaiknya datanglah beramai-ramai. Kami sangat merekomendasikan restoran ini. Pelayanannya bagus dan cekatan, service juga memuaskan, tidak ragu untuk didatangi kembali. Sampai jumpa di kuliner berikutnya!

ICIP-ICIP BINGSOO

Bulan ini aku dan sahabatku DT mau mencari makanan korea. Setelah mencari-cari, baik browsing maupun tanya teman, dan kami kesulitan memutuskan akan kemana, dikarenakan kami ingin menghemat tapi ingin makan enak juga, hehehe, kami akhirnya putuskan mencoba kuliner ke Bingsoo.

1472944044735

Alamat: Jl. Sukajadi No. 198B

No. Telp: (022) 2036040

Jam Buka: 9.00-22.00 WIB

Aku sampai lebih dulu ke tempat, sedangkan DT masih di perjalanan. Kesan pertama aku memasuki halaman parkirnya adalah tempatnya sedikit kurang kelihatan jelas dikarenakan papan nama restorannya cukup kecil, kurang terlihat, dan biasa banget. Bangunannya pun seperti rumah seseorang yang dijadikan restoran. Meja dan kursinya terbuat dari kayu dan cukup besar. Sayang sekali interiornya sangat biasa. Tapi aku cukup terpukau dengan satu rak buku yang penuh dengan manhwa (komik korea) bertulisankan hangul dan usia manhwa-nya cukup tua (jadul), warna-warna sampul tuanya membuat kesan unik tersendiri dan aku menyukainya.

Jpeg

Setelah aku memilih tempat persis depan rak buku tersebut, dengan sigap pelayan langsung menyuguhkan teh ala korea, 2 jenis kimchi (sawi dan lobak), sumpit, dan sendok, tidak lupa daftar menu. Sambil menunggu DT datang, aku memesan blackberry juice (maaf lupa difoto), dan rasanya yummy dan seger banget, jusnya kental dengan manis yang pas, tidak berlebihan. Lalu aku melihat-lihat menu, agar ketika DT datang, aku sudah menetapkan hati untuk memakan apa, biar ga kelamaan maksudnya, hehehe.

Tidak lama kemudian, DT datang, dia langsung melihat menu. Aku memesan samgyupsal (daging babi panggang) dan strawberry kiwi bingsoo, sedangkan DT memesan dak galbi (ayam bersaus merah) dan green tea. Tidak perlu waktu lama untuk menunggu, minuman dan makanan kami disajikan di meja kami. Oia, bingsoo-nya kami pesan agar dibawakan setelah makan, biar ga mencair esnya. Kami pun menyantap makanan di hadapan kami dan ga lupa kami sharing, indahnya berbagi, hehehe.

Restoran korea yang kecil dan sederhana ini ternyata memiliki kualitas makanan yang ga kalah dari restoran korea lain di Bandung. Aku dan DT telah mencoba di beberapa restoran korea lain, jadi kami cukup tahu mana yang enak dan mana yang kurang enak, dan kesan kami tentang makanan di Bingsoo adalah makanan yang mereka punya cukup beragam dan enak juga loh.

14729441181471472944110422

Kimchinya segar dan pedas. Dak galbi-nya enak dan porsinya banyak banget, wkkk, bisa buat 3 orang atau lebih loh. Kami berdua tidak sanggup menghabiskannya, tapi karena sisanya sayang untuk dibuang, kami meminta pelayan untuk membungkusnya, hehehe. And my favorite… Samgyupsal-nya maknyusss, jjang!!! Sebelum pulang, DT memesan dak twigim (ayam goreng madu yang warnanya coklat kehitaman) dibungkus untuk dibawa pulang. Setelah jadi, kami pun mengintip bungkusannya, ayamnya dimasukkan ke styrofoam berlapis alumunium foil di dalamnya, dan wanginya sedap.

Kami diberi bill dan diminta untuk membayarnya di kasir yang berada di korean mart, toko kecil yang berada di tengah bangunan, tak lupa kami pun menyempatkan untuk melihat-lihat dulu sebelum ke kasir. Di dalam mart tersebut, terdapat produk-produk impor korea seperti bumbu-bumbu, snack, minuman, dll. Ada juga makanan olahan beku dan es krim. Aku pun membeli permen rasa anggur, dan membayar semuanya di kasir. Kami pun pulang dengan perut kenyang.

Satu hal yang disayangkan dari restoran ini hanyalah kurangnya dekorasi dan interior untuk menarik minat pengunjung lebih banyak lagi, padahal makanannya enak, pelayanannya cukup bagus, dan mereka memiliki korean mart yang menurutku adalah nilai plus. Sekian kuliner kali ini, see you again guys…

VILLA DE ROSSA: MERASAKAN LEMBANG

Sama seperti kebanyakan orang yang mulai penat dengan kehidupan kota yang padat, panas, macet, dan melelahkan, Lembang adalah tempat favorit untuk melepas lelah dan memanjakan diri menghirup udara segar pegunungan. Kami pun melakukan hal yang sama. Kami bertujuh yang masing-masing bekerja di tempat yang berbeda, memutuskan untuk menyediakan waktu bersama dan menginap semalam di Lembang. Setelah pencarian yang cukup membuat kepala pusing, karena kami ingin mencari tempat nyaman dan murah, kami pun menemukan tempat menginap bernama Villa de Rossa melalui traveloka. Villa ini mudah diakses dan dekat dengan beberapa tempat wisata terkenal Lembang seperti De Ranch dan Floating Market.

100_2539

Sesampainya kami di Villa de Rossa, kami disambut oleh petugas dan diantarkan ke kamar kami yang berada di tengah villa di lantai 2. Kamar kami besar karena terdiri dari 3 kasur ukuran double bed king size. Terdapat pula 1 lemari besar beserta rak sepatu, TV, wastafel, 2 kamar mandi (bath tub dan shower), jemuran kecil di luar, tempat sampah, 2 kursi kayu, dan 1 meja kecil di teras depan kamar kami.

100_2518

Kesan pertama kami memasuki villa adalah tempatnya sejuk karena banyak pohon rindang dan tanaman hijau. Kamar kami pun lumayan luas, berhubung udara yang sejuk dan cukup dingin, kami tidak mengeluh karena tidak ada kipas angin maupun AC.

Kasur, selimut, seprai, dan bantal cukup bersih. Kami masing-masing diberikan handuk dan sabun kecil hotel. Kami sebenarnya membawa handuk masing-masing karena jaga-jaga tidak diberikan fasilitas handuk karena kami pikir tidak semua villa memberikan fasilitas tersebut, berbeda dengan hotel. Kamar mandi bath tub tidak kami gunakan karena bath tub-nya sedikit mirip bak mandi bukan bath tub pada umumnya. Kamar mandi shower cukup bersih, hot and cold water. Hanya saja, pertama kali kamar mandi dibuka, ada bau yang sedikit kurang sedap, padahal kamar mandinya terlihat bersih, mungkin sistem pembuangannya yang berbau, tapi tidak masalah bagi kami karena hanya berbau sedikit. Pelayanan petugasnya ramah dan cukup cekatan, juga bisa diminta bantuan, kami meminta tolong untuk dibelikan makan malam dari rumah makan sekitar villa karena kami kesana tidak menggunakan kendaraan pribadi. Catatan: villa tidak menyediakan fasilitas restoran. Pagi harinya, sarapan berupa nasi goreng diantar jam 7 pagi ke kamar masing-masing beserta teh tawar hangat. Rasanya lumayan enak.

Sekian cerita menginap semalam kami di Lembang, sampai jumpa di cerita selanjutnya!!!

REVIEW TALAD THAI: NONGKRONG SAMBIL ICIP-ICIP MAKANAN THAILAND

Gajian tiba, horeee! Hal apa yang terbersit pertama kali di pikiran? Belanja, nonton, jalan-jalan, makan-makan cantique, atau yang lain? Kalau aku sih kuliner, sebulan sekali makan yang enak dan unik. Aku dan sahabatku DT yang mulai bosan nongkrong di mall dan makan yang itu-itu aja, kami mau mencoba sesuatu yang unik dan lain. Akhirnya kami mulai melakukan pencarian tempat kuliner sekitar Bandung, kota tercinta kami. Setelah menemukan beberapa yang ok, kami memutuskan untuk memulai dari yang satu ini: Talad Thai & Kombi Cafe. Walaupun lokasinya yang agak kurang biasa bagi kami, kami tetap meneguhkan hati untuk tetap kesana. Setelah tanya teman soal angkot yang lewat sana, kami pun berangkat. Oia, disana juga bisa reservasi dulu loh, jadi kalau mau ajak rombongan sebaiknya reservasi dulu biar aman. Tempat ini dekat dengan Stasiun Cikudapateuh.

Alamat Talad Thai & Kombi Cafe : Jl. Terate No.12, Samoja, Batununggal, Bandung

Telpon : (022) 7319528

talad thai & combi cafe

(Gambar diambil dari Google Maps)

Sesampainya kami disana, kami disambut patung ala Thailand berair mancur kecil di gerbang masuk. Bangunannya yang merupakan ciri khas Belanda ini menambah keunikan tersendiri bagi kami. Pemiliknya mencat bangunan tersebut dengan warna-warni yang sangat eye catching bagi kami. Lucu! Itulah kesan kami ketika masuk. Di sebelah gedung utama ada sebuah mobil van kombi yang berwarna orange, itulah tempat pembuatan minuman, ada juga bangku kayu dan meja depan mobil van kombi tersebut, jika matahari tidak terik atau hari sudah sore/malam mungkin kami akan duduk disana, hehehe.

Kami disambut semua pelayan dengan sangat ramah. Karena saat kami datang, masih sepi pengunjung, kami pun melihat-lihat semua ruangan sambil menentukan untuk duduk dimana. Ruangan di dalam gedung bagus dan lucu. Interiornya jadul dan unik, membuat kami bingung. Kami pun melihat ke halaman belakang yang juga banyak bangku dan meja kayu berbeda-beda ukuran, warna, dan bentuk, menambah keunikan tempat ini. Ada juga tanaman-tanaman yang ditata rapi sehingga membuat pengunjung semakin nyaman. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil tempat di halaman belakang, karena suasananya sejuk dan teduh, ada banyak pepohonan, padahal hari sedang cerah dan matahari sangat terik.

Pelayan pun datang membawakan menu. Wow, semua terlihat enak! Kami bingung untuk memilihnya. Ada beberapa nama makanan Thailand yang terkenal, berhubung kami belum pernah merasakannya, kami pun memilihnya. Setelah lama memutuskan, kami pun memesan Tom Yum Goong (Rp 46.000), Chicken Green Curry (Rp 42.000), Chicken Pad Prik Heng (Rp 42.000), Mango Sticky Rice (Rp 22.000), Nasi (Rp 7.000), Ice Thai Green Milk Tea (Rp 18.000), dan Ice Thai Lemon Grass Tea (Rp 18.000).

bon

Sambil menunggu pesanan datang, kami pun berfoto sekitar halaman belakang. Makanan kami dimasak saat itu juga, kami mendengar bunyi mendesis dari dapur sebelah kami, harum masakannya sampai pada hidung kami. Wah, semakin lapar. Tidak lama kemudian, pelayan datang mengantar semua pesanan kami kecuali Mango Sticky Rice (desert).

1

Tom Yum makanan khas Thailand yang paling terkenal, rasanya pasti sudah banyak orang yang tahu, Tom Yum Goong disini rasanya sangat segar dan pedas asam (jeruk nipis). Ada banyak batang serai dalam mangkuknya, jika suka bisa dimakan loh, entah kenapa rasa serainya tidak aneh jadi bisa dimakan. Udangnya besar-besar dan banyak membuat kami puas berbaginya. Oia, kami makannya berbagi agar bisa merasakan semuanya.

Curry Thailand ada yang hijau (Green Curry) dan merah (Red Curry), karena tampilan Red Curry kuahnya sedikit mirip Tom Yum, kami memutuskan memesan Green Curry. Ada banyak potongan ayam di dalamnya dan rasanya empuk. Kuah Curry nya enak dan kental. Ada potongan terong Belanda yang hijau dan juga leunca di dalamnya. Aku pribadi tidak suka keduanya, tapi karena disajikan dengan enak aku bisa memakan terongnya, tapi tidak dengan leunca, aku sisihkan di pinggir, hehehe.

Chicken Pad Prik Heng adalah makanan yang paling aku sukai dari semua. Kalau DT favoritnya Tom Yum Goong. Rasa Pad Prik Heng benar-benar enak. Perpaduan antara ayam, kacang mete, dan pasta udangnya luar biasa di lidahku. Ada banyak potongan bawang bombay disini dan aku habiskan juga. Sedangkan nasi dan minuman tidak perlu dijelaskan karena semua orang sepertinya sudah familiar kan.

Terakhir, Mango Sticky Rice datang belakangan setelah kami selesai menyantap semua hidangan. Ada kuah santan yang manis di atas sticky rice dan mangganya. Rasanya lembut dan manis. Walaupun kami sudah kekenyangan (porsi semua makanan banyak), kami masih bisa melahap desert kami karena enak.

 

Kami sangat merekomendasikan tempat makan ini. Kalau kami punya kesempatan kami akan kesini lagi dengan teman-teman yang lain. Sekian cerita kali ini, sampai jumpa!!!