It's my blog… It's my life…

ICIP-ICIP BINGSOO

Bulan ini aku dan sahabatku DT mau mencari makanan korea. Setelah mencari-cari, baik browsing maupun tanya teman, dan kami kesulitan memutuskan akan kemana, dikarenakan kami ingin menghemat tapi ingin makan enak juga, hehehe, kami akhirnya putuskan mencoba kuliner ke Bingsoo.

1472944044735

Alamat: Jl. Sukajadi No. 198B

No. Telp: (022) 2036040

Jam Buka: 9.00-22.00 WIB

Aku sampai lebih dulu ke tempat, sedangkan DT masih di perjalanan. Kesan pertama aku memasuki halaman parkirnya adalah tempatnya sedikit kurang kelihatan jelas dikarenakan papan nama restorannya cukup kecil, kurang terlihat, dan biasa banget. Bangunannya pun seperti rumah seseorang yang dijadikan restoran. Meja dan kursinya terbuat dari kayu dan cukup besar. Sayang sekali interiornya sangat biasa. Tapi aku cukup terpukau dengan satu rak buku yang penuh dengan manhwa (komik korea) bertulisankan hangul dan usia manhwa-nya cukup tua (jadul), warna-warna sampul tuanya membuat kesan unik tersendiri dan aku menyukainya.

Jpeg

Setelah aku memilih tempat persis depan rak buku tersebut, dengan sigap pelayan langsung menyuguhkan teh ala korea, 2 jenis kimchi (sawi dan lobak), sumpit, dan sendok, tidak lupa daftar menu. Sambil menunggu DT datang, aku memesan blackberry juice (maaf lupa difoto), dan rasanya yummy dan seger banget, jusnya kental dengan manis yang pas, tidak berlebihan. Lalu aku melihat-lihat menu, agar ketika DT datang, aku sudah menetapkan hati untuk memakan apa, biar ga kelamaan maksudnya, hehehe.

Tidak lama kemudian, DT datang, dia langsung melihat menu. Aku memesan samgyupsal (daging babi panggang) dan strawberry kiwi bingsoo, sedangkan DT memesan dak galbi (ayam bersaus merah) dan green tea. Tidak perlu waktu lama untuk menunggu, minuman dan makanan kami disajikan di meja kami. Oia, bingsoo-nya kami pesan agar dibawakan setelah makan, biar ga mencair esnya. Kami pun menyantap makanan di hadapan kami dan ga lupa kami sharing, indahnya berbagi, hehehe.

Restoran korea yang kecil dan sederhana ini ternyata memiliki kualitas makanan yang ga kalah dari restoran korea lain di Bandung. Aku dan DT telah mencoba di beberapa restoran korea lain, jadi kami cukup tahu mana yang enak dan mana yang kurang enak, dan kesan kami tentang makanan di Bingsoo adalah makanan yang mereka punya cukup beragam dan enak juga loh.

14729441181471472944110422

Kimchinya segar dan pedas. Dak galbi-nya enak dan porsinya banyak banget, wkkk, bisa buat 3 orang atau lebih loh. Kami berdua tidak sanggup menghabiskannya, tapi karena sisanya sayang untuk dibuang, kami meminta pelayan untuk membungkusnya, hehehe. And my favorite… Samgyupsal-nya maknyusss, jjang!!! Sebelum pulang, DT memesan dak twigim (ayam goreng madu yang warnanya coklat kehitaman) dibungkus untuk dibawa pulang. Setelah jadi, kami pun mengintip bungkusannya, ayamnya dimasukkan ke styrofoam berlapis alumunium foil di dalamnya, dan wanginya sedap.

Kami diberi bill dan diminta untuk membayarnya di kasir yang berada di korean mart, toko kecil yang berada di tengah bangunan, tak lupa kami pun menyempatkan untuk melihat-lihat dulu sebelum ke kasir. Di dalam mart tersebut, terdapat produk-produk impor korea seperti bumbu-bumbu, snack, minuman, dll. Ada juga makanan olahan beku dan es krim. Aku pun membeli permen rasa anggur, dan membayar semuanya di kasir. Kami pun pulang dengan perut kenyang.

Satu hal yang disayangkan dari restoran ini hanyalah kurangnya dekorasi dan interior untuk menarik minat pengunjung lebih banyak lagi, padahal makanannya enak, pelayanannya cukup bagus, dan mereka memiliki korean mart yang menurutku adalah nilai plus. Sekian kuliner kali ini, see you again guys…

Sama seperti kebanyakan orang yang mulai penat dengan kehidupan kota yang padat, panas, macet, dan melelahkan, Lembang adalah tempat favorit untuk melepas lelah dan memanjakan diri menghirup udara segar pegunungan. Kami pun melakukan hal yang sama. Kami bertujuh yang masing-masing bekerja di tempat yang berbeda, memutuskan untuk menyediakan waktu bersama dan menginap semalam di Lembang. Setelah pencarian yang cukup membuat kepala pusing, karena kami ingin mencari tempat nyaman dan murah, kami pun menemukan tempat menginap bernama Villa de Rossa melalui traveloka. Villa ini mudah diakses dan dekat dengan beberapa tempat wisata terkenal Lembang seperti De Ranch dan Floating Market.

100_2539

Sesampainya kami di Villa de Rossa, kami disambut oleh petugas dan diantarkan ke kamar kami yang berada di tengah villa di lantai 2. Kamar kami besar karena terdiri dari 3 kasur ukuran double bed king size. Terdapat pula 1 lemari besar beserta rak sepatu, TV, wastafel, 2 kamar mandi (bath tub dan shower), jemuran kecil di luar, tempat sampah, 2 kursi kayu, dan 1 meja kecil di teras depan kamar kami.

100_2518

Kesan pertama kami memasuki villa adalah tempatnya sejuk karena banyak pohon rindang dan tanaman hijau. Kamar kami pun lumayan luas, berhubung udara yang sejuk dan cukup dingin, kami tidak mengeluh karena tidak ada kipas angin maupun AC.

Kasur, selimut, seprai, dan bantal cukup bersih. Kami masing-masing diberikan handuk dan sabun kecil hotel. Kami sebenarnya membawa handuk masing-masing karena jaga-jaga tidak diberikan fasilitas handuk karena kami pikir tidak semua villa memberikan fasilitas tersebut, berbeda dengan hotel. Kamar mandi bath tub tidak kami gunakan karena bath tub-nya sedikit mirip bak mandi bukan bath tub pada umumnya. Kamar mandi shower cukup bersih, hot and cold water. Hanya saja, pertama kali kamar mandi dibuka, ada bau yang sedikit kurang sedap, padahal kamar mandinya terlihat bersih, mungkin sistem pembuangannya yang berbau, tapi tidak masalah bagi kami karena hanya berbau sedikit. Pelayanan petugasnya ramah dan cukup cekatan, juga bisa diminta bantuan, kami meminta tolong untuk dibelikan makan malam dari rumah makan sekitar villa karena kami kesana tidak menggunakan kendaraan pribadi. Catatan: villa tidak menyediakan fasilitas restoran. Pagi harinya, sarapan berupa nasi goreng diantar jam 7 pagi ke kamar masing-masing beserta teh tawar hangat. Rasanya lumayan enak.

Sekian cerita menginap semalam kami di Lembang, sampai jumpa di cerita selanjutnya!!!

Gajian tiba, horeee! Hal apa yang terbersit pertama kali di pikiran? Belanja, nonton, jalan-jalan, makan-makan cantique, atau yang lain? Kalau aku sih kuliner, sebulan sekali makan yang enak dan unik. Aku dan sahabatku DT yang mulai bosan nongkrong di mall dan makan yang itu-itu aja, kami mau mencoba sesuatu yang unik dan lain. Akhirnya kami mulai melakukan pencarian tempat kuliner sekitar Bandung, kota tercinta kami. Setelah menemukan beberapa yang ok, kami memutuskan untuk memulai dari yang satu ini: Talad Thai & Kombi Cafe. Walaupun lokasinya yang agak kurang biasa bagi kami, kami tetap meneguhkan hati untuk tetap kesana. Setelah tanya teman soal angkot yang lewat sana, kami pun berangkat. Oia, disana juga bisa reservasi dulu loh, jadi kalau mau ajak rombongan sebaiknya reservasi dulu biar aman. Tempat ini dekat dengan Stasiun Cikudapateuh.

Alamat Talad Thai & Kombi Cafe : Jl. Terate No.12, Samoja, Batununggal, Bandung

Telpon : (022) 7319528

talad thai & combi cafe

(Gambar diambil dari Google Maps)

Sesampainya kami disana, kami disambut patung ala Thailand berair mancur kecil di gerbang masuk. Bangunannya yang merupakan ciri khas Belanda ini menambah keunikan tersendiri bagi kami. Pemiliknya mencat bangunan tersebut dengan warna-warni yang sangat eye catching bagi kami. Lucu! Itulah kesan kami ketika masuk. Di sebelah gedung utama ada sebuah mobil van kombi yang berwarna orange, itulah tempat pembuatan minuman, ada juga bangku kayu dan meja depan mobil van kombi tersebut, jika matahari tidak terik atau hari sudah sore/malam mungkin kami akan duduk disana, hehehe.

Kami disambut semua pelayan dengan sangat ramah. Karena saat kami datang, masih sepi pengunjung, kami pun melihat-lihat semua ruangan sambil menentukan untuk duduk dimana. Ruangan di dalam gedung bagus dan lucu. Interiornya jadul dan unik, membuat kami bingung. Kami pun melihat ke halaman belakang yang juga banyak bangku dan meja kayu berbeda-beda ukuran, warna, dan bentuk, menambah keunikan tempat ini. Ada juga tanaman-tanaman yang ditata rapi sehingga membuat pengunjung semakin nyaman. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil tempat di halaman belakang, karena suasananya sejuk dan teduh, ada banyak pepohonan, padahal hari sedang cerah dan matahari sangat terik.

Pelayan pun datang membawakan menu. Wow, semua terlihat enak! Kami bingung untuk memilihnya. Ada beberapa nama makanan Thailand yang terkenal, berhubung kami belum pernah merasakannya, kami pun memilihnya. Setelah lama memutuskan, kami pun memesan Tom Yum Goong (Rp 46.000), Chicken Green Curry (Rp 42.000), Chicken Pad Prik Heng (Rp 42.000), Mango Sticky Rice (Rp 22.000), Nasi (Rp 7.000), Ice Thai Green Milk Tea (Rp 18.000), dan Ice Thai Lemon Grass Tea (Rp 18.000).

bon

Sambil menunggu pesanan datang, kami pun berfoto sekitar halaman belakang. Makanan kami dimasak saat itu juga, kami mendengar bunyi mendesis dari dapur sebelah kami, harum masakannya sampai pada hidung kami. Wah, semakin lapar. Tidak lama kemudian, pelayan datang mengantar semua pesanan kami kecuali Mango Sticky Rice (desert).

1

Tom Yum makanan khas Thailand yang paling terkenal, rasanya pasti sudah banyak orang yang tahu, Tom Yum Goong disini rasanya sangat segar dan pedas asam (jeruk nipis). Ada banyak batang serai dalam mangkuknya, jika suka bisa dimakan loh, entah kenapa rasa serainya tidak aneh jadi bisa dimakan. Udangnya besar-besar dan banyak membuat kami puas berbaginya. Oia, kami makannya berbagi agar bisa merasakan semuanya.

Curry Thailand ada yang hijau (Green Curry) dan merah (Red Curry), karena tampilan Red Curry kuahnya sedikit mirip Tom Yum, kami memutuskan memesan Green Curry. Ada banyak potongan ayam di dalamnya dan rasanya empuk. Kuah Curry nya enak dan kental. Ada potongan terong Belanda yang hijau dan juga leunca di dalamnya. Aku pribadi tidak suka keduanya, tapi karena disajikan dengan enak aku bisa memakan terongnya, tapi tidak dengan leunca, aku sisihkan di pinggir, hehehe.

Chicken Pad Prik Heng adalah makanan yang paling aku sukai dari semua. Kalau DT favoritnya Tom Yum Goong. Rasa Pad Prik Heng benar-benar enak. Perpaduan antara ayam, kacang mete, dan pasta udangnya luar biasa di lidahku. Ada banyak potongan bawang bombay disini dan aku habiskan juga. Sedangkan nasi dan minuman tidak perlu dijelaskan karena semua orang sepertinya sudah familiar kan.

Terakhir, Mango Sticky Rice datang belakangan setelah kami selesai menyantap semua hidangan. Ada kuah santan yang manis di atas sticky rice dan mangganya. Rasanya lembut dan manis. Walaupun kami sudah kekenyangan (porsi semua makanan banyak), kami masih bisa melahap desert kami karena enak.

Kami sangat merekomendasikan tempat makan ini. Kalau kami punya kesempatan kami akan kesini lagi dengan teman-teman yang lain. Sekian cerita kali ini, sampai jumpa!!!

Sudah lama terbersit di pikiran saya untuk menghabiskan waktu luang atau dengan kata lain yang lebih tepat membuat waktu luang tersebut untuk jalan-jalan bersama sahabat karib saya. Itu adalah keinginan yang sudah lama diangan-angankan sejak jaman kuliah, tapi berhubung kami masih anak kuliahan, yah tau lah ya, minim duit cuy, jadi kami mengundurnya sampai kami bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Singkat cerita, saya dan sahabat karib saya ini, sebut saja DT, memilih Purwakarta sebagai destinasi kami, kota terdekat setelah Bandung, kota tercinta kami sejak lahir. Kami menghabiskan waktu untuk mencari tahu lokasi wisata asyik dan bisa dituju menggunakan kendaraan umum, berhubung kami belum punya mobil pribadi hehehe. Kami juga mencari tahu soal hotel termurah yang ok dan juga kendaraan menuju sana dan angkot-angkot yang harus kami naiki. Setelah membuat penelitian, cieee gaya bener, kami berhasil membuat gambaran detil tentang perjalanan kami. Juga, karena teknologi sekarang sudah canggih, maka kami tidak sungkan-sungkan untuk membuka mbah google maps untuk memastikan tujuan kami. Oia, tips ngebolang kami, sekalipun udah ada teknologi, jangan lupa dan jangan malu tetap bertanya pada orang, double/triple check is better, right?! Oia lagi, lihat-lihat juga orang yang akan kita tanya, always safety first.

Berikut adalah catatan perjalanan “ngebolang” kami ke Waduk Jatiluhur, Sate Maranggi Cibungur, Intan Hotel, Situ Buleud, dan Alun-Alun Purwakarta.

Dari Stasiun Padalarang, saya naik kereta lokal jurusan Cibatu-Purwakarta keberangkatan pukul 9 pagi dengan biaya Rp 8000 saja. Catatan: kereta lokal ini hanya melayani satu kali keberangkatan pulang-pergi setiap harinya.

kereta cibatu 1

Saya turun di Stasiun Ciganea (1 stasiun sebelum Stasiun Purwakarta). Catatan: jarak dari Stasiun Ciganea ke Waduk Jatiluhur lebih dekat daripada turun di Stasiun Purwakarta.

Saya naik angkot 03 dengan biaya Rp 2000 lalu turun di Terminal Ciganea.

Kemudian saya naik angkot 11 dengan biaya Rp 6000 lalu turun di kawasan Waduk Jatiluhur dan saya memilih turun di Istora. Catatan: memasuki kawasan wisata Waduk Jatiluhur dengan menaiki angkot gratis, disana ada 2 kawasan yaitu Istora dan Jatiluhur Water World.

Masuk Istora harus membeli tiket masuk sebesar Rp 10000.

Saya melakukan pemotretan sepuasnya dengan pemandangan waduk yang sangat menakjubkan.

Kemudian saya beristirahat dan mengisi perut di restoran dengan menu beragam dan rasa yang enak. Harganya standar tempat wisata pada umumnya, tapi ga terlalu mahal juga.

Saya melanjutkan pemotretan, setelah puas barulah saya meninggalkan Istora dengan menaiki angkot 11 ke Bunder dan turun di pertigaan yang ada indomaret dengan ongkos sebesar Rp 6000.

Kemudian saya naik angkot 05 dengan biaya Rp 3000 dan turun di Hotel Indah untuk beristirahat sebentar dan mengurangi beban tas saya. Catatan: saya memesan kamar sebelumnya melalui traveloka.

intan hotel

Setelah itu, saya melanjutkan “ngebolang” saya dengan menaiki angkot 05 ke arah Sadang (dekat Ramayana) dengan ongkos sebesar Rp 5000.

Lalu saya naik angkot 43 ke arah Cikampek dan turun di Sate Maranggi Cibungur dengan biaya Rp 4000.

Saya memesan sate sapi 1 porsi, nasi putih, dan es kelapa dengan total harga Rp 65000. Catatan: ketika hendak makan, tiba-tiba terjadi badai, hujan amat deras disertai angin ribut dan petir, awalnya seram juga tapi terlupakan karena rasa satenya luar biasa enak, nampak “lebay” tapi memang benar.

7

Setelah puas makan nikmat dan hujan mulai mereda, saya naik angkot 43 ke arah Sadang dan dilanjutkan naik angkot 05 ke arah hotel. Catatan: ongkos sama seperti penjelasan sebelumnya.

Turun depan Hotel Intan dan beristirahat. Catatan: tadinya sebelum ke hotel mau ke Situ Buleud dulu untuk melihat Air Mancur Sri Baduga, tapi karena sebelumnya hujan badai menurut informasi dari orang setempat bahwa air mancur tidak dinyalakan.

Keesokan harinya setelah renang di pagi hari, sarapan, dan check out dari hotel, saya naik angkot 05 dan turun di Situ Buleud dengan ongkos Rp 3000.

Foto-foto depan Taman Situ Buleud, dan dilanjut menyebrang ke Alun-Alun Purwakarta, foto-foto lagi, lalu berjalan kaki ke arah Stasiun Purwakarta.

Makan siang di warung nasi depan stasiun sambil menunggu dibukanya loket pembelian tiket pulang ke Padalarang.

Pulang dengan kereta lokal Purwakarta-Cibatu dengan biaya sebesar Rp 8000 dan berangkat pukul 1 siang. Catatan: sama seperti keberangkatan, kepulangan juga hanya ada 1 kali keberangkatan setiap harinya.

kereta cibatu 2

Menikmati perjalanan sambil melihat hasil jepretan “ngebolang” ke Purwakarta dan sampai di Stasiun Padalarang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Puji Tuhan!

Sampai ketemu di cerita berikutnya…😉

Do you wish to enjoy your holiday with something different, something beautiful, something awesome? The Thousand Island National Park is the answer. You will be comforted into a thousand of beautifulness in The Beauty Thousand Islands. Let me introduce it to you.

The Thousand Island National Park is the area of marine conservation by total area 107,489 km2 at geographic location 5°23’ – 5°40’ S and 106°25’ – 106°37’ E. It consists of 110 islands, that is: Air Besar Island, Air Kecil Island/Jusi Island, Ayer Island, Belanda Island, Biawak Island, Bidadari Island/Purmerend Island, Bokor Island, Bira Besar Island, Bira Kecil Island, Bulat Island, Bundar Island, Burung Island, Cipir Island/Kuiper Island/Kahyangan Island, Damar Besar Island, Damar Kecil Island/Wanara Island, Dapur Island, Cina Island, Dua Barat Island, Dua Timur Island, Genteng Besar Island, Genteng Kecil Island, Gosong Pabelokan Island, Gosong Rengat Island, Gudus Lempeng Island, Gundul Island, Hantu Barat Island/Pantara Barat Island, Hantu Timur Island/Pantara Timur Island, Harapan Island, Jagung Island, Jukung Island, Kaliage Besar Island, Kaliage Kecil Island, Kalang Kudus Island, Kayu Angin Bira Island, Kayu Angin Genteng Island, Kayu Angin Melintang Island, Kayu Angin Putri Island, Karang Beras Island, Karang Congkak Island, Karang Bongkok Island, Karya Island, Kelapa Island, Kelor Barat Island, Kelor Timur Island, Kelor Besar Island, Kongsi Island, Kotok Besar Island/Kotok Barat Island, Kotok Kecil Island/Kotok Timur Island, Kuburan Cina Island, Kungsi Island/Kepala Dua Island, Laga Island, Lancang Besar Island, Lancang Kecil Island, Laki Island, Lipan Island, Macan Besar Island/Matahari Island, Macan Kecil Island, Melinjo Island, Melintang Besar Island, Melintang Kecil Island, Nyamuk Besar Island/Nirwana Island, Nyamuk Kecil Island/Talak Island, Nyamplung Island, Onrust Island/Kapal Island, Opak Kecil Island, Opak Besar Barat Island, Opak Besar Timur Island, Panjang Besar Island, Panggang Island, Paniki Island, Panjang Kecil Island, Pemagaran Island, Penyaliran Barat Island, Penyaliran Timur Island, Pabelokan Island, Perak Island, Pateloran Barat Island/Pateloran Besar Island, Pateloran Timur Island/Pateloran Kecil Island, Payung Besar Island, Payung Kecil Island, Pramuka Island, Pari Island, Petondan Besar Island/Pelangi Island, Petondan Kecil Island/Petondan Timur Island, Putri Barat Island/Putri Besar Island, Putri Timur Island/Putri Kecil Island, Putri Gundul Island, Rambut Island/Middbur Island, Rengit Island, Saktu Island, Sebaru Besar Island, Sebaru Kecil Island, Sebira Island, Semut Island, Semut Besar Island, Semut Kecil Island, Sepa Besar Island/Sepa Barat Island, Sepa Kecil Island/Sepa Timur Island, Tongkeng Island, Sekati Island, Semak Daun Island, Tengah Island, Tidung Besar Island, Tidung Kecil Island, Tikus Island, Ubi Besar Island/Rotterdam Island, Ubi Kecil Island/Sehiedam Island, Untung Jawa Island/Amiterdam Island, Yu Besar Island/Yu Barat Island, dan Yu Kecil Island/Yu Timur Island.

Picture 1. The Thousand Island National Park (id.wikipedia.org)

The kinds of flora you can find in The Thousand Islands are: Morinda citrifolia, Casuarina equisetifolia, Calophyllum inophyllum, Terminalia cattapa, Artocarpus altilis, Barringtonia asiatica, Cerbena adollam, Pandanus sp., Hibicus tiliaceus, Bruguiera sp., coconut tree, red algae, green algae, seaweed, and sea grass. The kinds of fauna you can find there are: Eretmochelys imbricate, Chelonia mydas, Lutjanus sp., eagle, humpwead wrasse/napoleon wrasse, tuna, mackerel, and many more.

I will share my great experience in The Thousand Island National Park, specially in Pramuka Island and Semak Daun Island. You can start your journey to The Thousand Islands from Muara Angke, Jakarta. You can travel to Pramuka Island by passenger ship about 2.5-3 hours. The other choice is from Marina Jaya Ancol by speedboat about 1-2 hours.

Picture 2. Passenger Ship at Muara Angke

Picture 3. Passengers in the Ship

Picture 4. Fisherman’s Boat in Muara Angke

Picture 5. The View at Muara Angke

Picture 6. The View Around the Ship

Picture 7. An Island Along the Trip

When you arrive at the Pramuka Island, you will see The Ecosystem Miniature Park in the quay. This park is full of many kinds of fishes, Eretmochelys imbricate, and coral. The view in the water is so beautiful and eye catching.

Picture 8. Welcome in Pramuka Island

Picture 9. Schooling Fish in The Ecosystem Miniature Park

Picture 10. Two Kinds of Sharks in The Ecosystem Miniature Park

First of all, you have to unpack your goods in hotel. But you have to make a room reservation before. The hotel is pretty good and comfortable.

Picture 11. The Hotel

Picture 12. My Room and Me

Picture 13. My Fieldtrip Friends

Picture 14. Billboard and Me

You can find the place of turtle conservation in the island. The species is Eretmochelys imbricate. You can see the baby turtles to tens age turtles.

Picture 15. The Baby Turtles

Picture 16. Tens Age Turtle

This island is completed by internet access. You can find the internet shop there. If you want to ride bicycle around the island, you can rent. You can also buy souvenir like painting shirt and accessories.

Picture 17. Internet Billboard

Picture 18. Vehicle for Kids

Picture 19. Hanging Out with Friends

Picture 20. The Shop of Painting Shirt

Picture 21. Souvenirs

Picture 22. At the Quay

There is Floating Net Cage for Lutjanus sp. and grouper fish. The location is around Pramuka Island. You can go there by a boat. There are a lot of boats at the quay. You can rent or pay for one trip with the other passengers.

Picture 23. Floating Net Cage

Picture 24. Fishes in The Floating Net Cage

Picture 25. The View at The Quay Around The Floating Net Cage

Picture 26. The Path at The Floating Net Cage

Around Pramuka Island, you can find mangrove Bruguiera sp., new planting or natural planting.

Picture 27. Mangrove

Picture 28. Walking Around Mangrove

Picture 29. Taking a Photo in Front of Mangrove

Picture 30. Taking a Photo Together

Picture 31. At the Beach

Picture 32. On the Rock

Picture 33. Looking for Something

Picture 34. Jumping into the Water

Picture 35. Looking Down

Picture 36. Sea Urchin

Picture 37. Beautiful Shell

The most important thing to do is diving and snorkeling. You can’t leave The Thousand Island before you dive into the other world in the beautiful underwater view, specially in Semak Daun Island. You will be impressed there. You can go to Semak Daun Island from Pramuka Island with a boat. You can rent for hours.

Picture 38. Boats at the Quay

Picture 39. A Boat on the Sea

Picture 40. Preparing to Dive

Picture 41. Ready to Dive

Picture 42. Diving

Picture 43. Snorkeling

Picture 44. People in the Sea

Picture 45. Anemone and Clown Fishes

Picture 46. Corals

When you have enjoyed diving in the Semak Daun Island Water, you have to visit the island. Your eyes will be comforted with the beautiful view at the island. You can see sea grass at the beach, near the quay. Enjoy the sand beach at Semak Daun Island with your friends. There, you can request if you want to try coral transplantation. It’s so easy and having fun.

Picture 47. The Quay of Semak Daun Island

Picture 48. At the Quay

Picture 49. Enjoying the Water

Picture 50. Sea Grass

Picture 51. The Beautiful View

Picture 52. Taking A Photo on the Sand

Picture 53. Transplantation Class

Picture 54. My Teacher Transplants One

Picture 55. Everybody Transplants

Picture 56. We Did It!

Picture 57. Ready to Drown It into the Water

Picture 58. Taking A Photo Before Drown It

Picture 59. Our Result

Picture 60. Taking A Photo with My Friends

Picture 61. Jumping High

It is my great experience in The Beauty Thousand Island. I will not forget these memories. I hope you will have the experience like I get. Come together with your friends. The experience is waiting for you.

😉

Kurang waktu???

Dengan semua aktivitas yang ada,seringkali orang beranggapan bahwa mereka kekurangan waktu. Waktu rasanya habis menguap begitu saja. Kita juga terkadang menjadi stress akibat waktu yang kita punya dihabiskan untuk segala aktivitas tersebut hingga tidak ada waktu bagi diri kita sendiri. Apakah selamanya akan tetap seperti itu? Tentu saja tidak! Jika kita pintar-pintar mengatur waktu, maka kita tidak perlu frustasi akan begitu banyaknya hal yang harus dikerjakan. Ini adalah beberapa kesalahan paling umum soal mengatur waktu:

1. Tidak mau mengatur waktu.
Banyak orang memiliki prinsip nge-flow atau mengalir saja. Tidak punya perencanaan sama sekali. Prinsip seperti ini jelas membuat kalang kabut. Kita harus benar-benar memiliki komitmen untuk mengatur waktu.

2. Tidak mengikuti aturan yang dibuat sendiri.
Sebagian orang mungkin memiliki rencana danpengaturan waktu yang baik. Tapi, apabila tidak dilakukan, maka sama saja dengan bohong. Tanpa disiplin dan komitmen terhadap rencana yang dibuat, maka orang tersebut tidak jauh berbeda dengan mereka yang tidak pernah mau mengatur waktu.

3. Selalu menunda
Inilah kesalahan yang paling sering dilakukanbanyak orang. Pada saat sesorang menunda sesuatu hal, sebenarnya ia sedang menumpuk masalah plus “bunga”nya. Selalu akan ada masalah baru akibat penundaan yang dilakukan.

4. Salah prioritas
Sebab seseorang selalu terpancing untuk melakukan hal yang mendesak, bukan hal yang penting.

Merasa kurang waktu? Itu bukan karena 24 jam terlalu sedikit, tapi karena tidak bijak mengatur waktu. Bukanlah waktu yang mengatur kita, tapi kitalah yang seharusnya mengatur waktu.

1. Seseorang yang rindu bergaul akrab dengan Tuhan dan FirmanNYa.
Jika seseorang mengatakan bahwa dia mengasihi Tuhan, tetapi tidak pernah memiliki waktu untuk berdoa, merenungkan FirmanNya, tidak hidup akrab dengan Tuhan, suka menyakitiNya, mengecewakanNya, tidak taat perintahNya, maka semua itu adalah kebohongan belaka dan orang seperti itu adalah orang munafik. jika kita mengasihi Tuhan, pastilah kita akan melakukan hal-hal yang menyenangkan dan memuliakanNya.

2. Seseorang yang senantiasa melihat pencobaan dari kacamata positif.
Kita dapat menyikapi pencobaan yang berat dengan benar jika kita memandangnya dengan benar pula. Karena mengasihi Tuhan berarti kita percaya bahwa Tuhan mengijikan cobaan itu datang ke dalam hidup kita dengan maksud yang indah pada akhirnya. Masalah akan membuat kita lebih dewasa, lebih mengenal siapa diri kita dan Tuhan kita.

3. Seseorang yang senantiasa hidup dalam kasih.
Cinta sejati bukan sekedar diucapkan saja, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

4. Seseorang yang rela kehilangan segalanya.
Karena Tuhan juga lebih dulu mengorbankan segalanya untuk kita. Agar kita mendapat tempat di surga kelak. Orang yang rela kehilangan segalanya berarti Tuhanlah segala-galanya baginya di atas segala yang ada.

Tag Cloud

%d bloggers like this: