It's my blog… It's my life…

Sudah lama terbersit di pikiran saya untuk menghabiskan waktu luang atau dengan kata lain yang lebih tepat membuat waktu luang tersebut untuk jalan-jalan bersama sahabat karib saya. Itu adalah keinginan yang sudah lama diangan-angankan sejak jaman kuliah, tapi berhubung kami masih anak kuliahan, yah tau lah ya, minim duit cuy, jadi kami mengundurnya sampai kami bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Singkat cerita, saya dan sahabat karib saya ini, sebut saja DT, memilih Purwakarta sebagai destinasi kami, kota terdekat setelah Bandung, kota tercinta kami sejak lahir. Kami menghabiskan waktu untuk mencari tahu lokasi wisata asyik dan bisa dituju menggunakan kendaraan umum, berhubung kami belum punya mobil pribadi hehehe. Kami juga mencari tahu soal hotel termurah yang ok dan juga kendaraan menuju sana dan angkot-angkot yang harus kami naiki. Setelah membuat penelitian, cieee gaya bener, kami berhasil membuat gambaran detil tentang perjalanan kami. Juga, karena teknologi sekarang sudah canggih, maka kami tidak sungkan-sungkan untuk membuka mbah google maps untuk memastikan tujuan kami. Oia, tips ngebolang kami, sekalipun udah ada teknologi, jangan lupa dan jangan malu tetap bertanya pada orang, double/triple check is better, right?! Oia lagi, lihat-lihat juga orang yang akan kita tanya, always safety first.

Berikut adalah catatan perjalanan “ngebolang” kami ke Waduk Jatiluhur, Sate Maranggi Cibungur, Intan Hotel, Situ Buleud, dan Alun-Alun Purwakarta.

Dari Stasiun Padalarang, saya naik kereta lokal jurusan Cibatu-Purwakarta keberangkatan pukul 9 pagi dengan biaya Rp 8000 saja. Catatan: kereta lokal ini hanya melayani satu kali keberangkatan pulang-pergi setiap harinya.

kereta cibatu 1

Saya turun di Stasiun Ciganea (1 stasiun sebelum Stasiun Purwakarta). Catatan: jarak dari Stasiun Ciganea ke Waduk Jatiluhur lebih dekat daripada turun di Stasiun Purwakarta.

Saya naik angkot 03 dengan biaya Rp 2000 lalu turun di Terminal Ciganea.

Kemudian saya naik angkot 11 dengan biaya Rp 6000 lalu turun di kawasan Waduk Jatiluhur dan saya memilih turun di Istora. Catatan: memasuki kawasan wisata Waduk Jatiluhur dengan menaiki angkot gratis, disana ada 2 kawasan yaitu Istora dan Jatiluhur Water World.

Masuk Istora harus membeli tiket masuk sebesar Rp 10000.

Saya melakukan pemotretan sepuasnya dengan pemandangan waduk yang sangat menakjubkan.

Kemudian saya beristirahat dan mengisi perut di restoran dengan menu beragam dan rasa yang enak. Harganya standar tempat wisata pada umumnya, tapi ga terlalu mahal juga.

Saya melanjutkan pemotretan, setelah puas barulah saya meninggalkan Istora dengan menaiki angkot 11 ke Bunder dan turun di pertigaan yang ada indomaret dengan ongkos sebesar Rp 6000.

Kemudian saya naik angkot 05 dengan biaya Rp 3000 dan turun di Hotel Indah untuk beristirahat sebentar dan mengurangi beban tas saya. Catatan: saya memesan kamar sebelumnya melalui traveloka.

intan hotel

Setelah itu, saya melanjutkan “ngebolang” saya dengan menaiki angkot 05 ke arah Sadang (dekat Ramayana) dengan ongkos sebesar Rp 5000.

Lalu saya naik angkot 43 ke arah Cikampek dan turun di Sate Maranggi Cibungur dengan biaya Rp 4000.

Saya memesan sate sapi 1 porsi, nasi putih, dan es kelapa dengan total harga Rp 65000. Catatan: ketika hendak makan, tiba-tiba terjadi badai, hujan amat deras disertai angin ribut dan petir, awalnya seram juga tapi terlupakan karena rasa satenya luar biasa enak, nampak “lebay” tapi memang benar.

7

Setelah puas makan nikmat dan hujan mulai mereda, saya naik angkot 43 ke arah Sadang dan dilanjutkan naik angkot 05 ke arah hotel. Catatan: ongkos sama seperti penjelasan sebelumnya.

Turun depan Hotel Intan dan beristirahat. Catatan: tadinya sebelum ke hotel mau ke Situ Buleud dulu untuk melihat Air Mancur Sri Baduga, tapi karena sebelumnya hujan badai menurut informasi dari orang setempat bahwa air mancur tidak dinyalakan.

Keesokan harinya setelah renang di pagi hari, sarapan, dan check out dari hotel, saya naik angkot 05 dan turun di Situ Buleud dengan ongkos Rp 3000.

Foto-foto depan Taman Situ Buleud, dan dilanjut menyebrang ke Alun-Alun Purwakarta, foto-foto lagi, lalu berjalan kaki ke arah Stasiun Purwakarta.

Makan siang di warung nasi depan stasiun sambil menunggu dibukanya loket pembelian tiket pulang ke Padalarang.

Pulang dengan kereta lokal Purwakarta-Cibatu dengan biaya sebesar Rp 8000 dan berangkat pukul 1 siang. Catatan: sama seperti keberangkatan, kepulangan juga hanya ada 1 kali keberangkatan setiap harinya.

kereta cibatu 2

Menikmati perjalanan sambil melihat hasil jepretan “ngebolang” ke Purwakarta dan sampai di Stasiun Padalarang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Puji Tuhan!

Sampai ketemu di cerita berikutnya…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: